:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3155520/original/090801400_1592406002-pd.jpg)
Siapa sangka sebuah lagu bisa membawa kita langsung kembali ke depan televisi puluhan tahun lalu? Itulah kekuatan soundtrack sinetron era 2000-an — sekali diputar, ingatan soal cerita dan tokohnya langsung hidup kembali.
Hubungan antara sinetron dan lagu tema ternyata bukan sekadar pelengkap. Keduanya saling mendukung: sinetron membantu lagu dan penyanyinya dikenal luas oleh penonton, sementara lagu yang pas membuat sinetron terasa lebih berkesan dan mudah diingat.
Salah satu pola menarik di era ini adalah pemeran utama yang sekaligus menyanyikan lagu temanya sendiri. Agnes Monica melakukannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) dengan lagu berjudul sama yang diciptakan Melly Goeslaw. Begitu pula Marshanda di sinetron Bidadari, di mana suaranya benar-benar menyatu dengan karakter yang ia perankan.
Tak hanya penyanyi solo, band-band papan atas pun turut meramaikan layar kaca. Peterpan berduet dengan Chrisye lewat lagu “Menunggumu” untuk sinetron Liontin. Uniknya, lagu ini tetap relevan hingga 2015 ketika kembali dipakai di sinetron Alphabet dan Ganteng-ganteng Serigala Returns, membuktikan daya tahan lagunya melampaui zamannya.
Ungu menyumbang “Demi Waktu” untuk sinetron dengan judul serupa, sementara Radja mengisi sinetron Akibat Pergaulan Bebas dengan lagu “Tak Akan Melupakan”. Vokalis Radja, Ian Kasela, bahkan pernah mengaku, “Senang lagunya dipakai, bahkan jadi ikut menggemari sinetronnya.”
Letto juga dikenal lewat “Ruang Rindu” yang mengiringi sinetron Intan, serta “Sebelum Cahaya” untuk sinetron Cahaya. Melodi syahdu khas Letto memang terasa cocok menemani adegan-adegan penuh emosi di layar. Sementara itu, Rossa dengan “Atas Nama Cinta” dan Sindentosca lewat “Kepompong” melengkapi daftar lagu yang hingga kini masih lekat di ingatan penonton generasi 2000-an.
Deretan lagu dan sinetron ini bukan sekadar catatan sejarah hiburan. Bagi banyak orang, mereka adalah bagian dari kenangan masa kecil dan remaja yang sulit dilupakan — bukti bahwa musik dan cerita, ketika berpadu dengan tepat, bisa meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang dari masa tayangnya.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Donny Damara Debut di Film Horor ‘Dendam Arwah Penari’, Penasaran Kekuatan Genre Baru

Bakat Tak Jauh dari Pohonnya: 32 Artis Senior Indonesia yang Wariskan Karier Hiburan ke Anak hingga Cucu

Rangkuman Berita: Wisata Olahraga, Film Tom Cruise, hingga Penjualan Hyundai

