Ibu Kota Nusantara Dirancang dengan Filosofi Kota yang Berpusat pada Manusia

Ibu Kota Nusantara Dirancang dengan Filosofi Kota yang Berpusat pada Manusia

Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan konsep perencanaan kota yang menempatkan kualitas hidup warganya sebagai prioritas utama, bukan semata-mata kemegahan fisik bangunan. Pendekatan ini berbeda signifikan dari Jakarta yang berkembang dengan dominasi kendaraan pribadi dan struktur gedung tinggi tanpa mempertimbangkan mobilitas masyarakat secara menyeluruh.

Rusmin Lawin, Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), menegaskan dalam forum properti internasional CREW ASIA 2026 di Kazakhstan bahwa kesuksesan kota modern diukur dari aksesibilitas warganya. “Nusantara memenuhi kriteria sebagai Human Centred City 2040 karena mengukur keberhasilan bukan dari seberapa tinggi bangunannya, melainkan seberapa singkat jarak tempuh warga menuju taman, sekolah, dan peluang ekonomi,” katanya.

Konsep 10-Menit Kota menjadi pilar pertama IKN, di mana 80 persen kebutuhan sehari-hari seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar dapat dijangkau dalam 10 menit dengan berjalan kaki, bersepeda, atau transportasi umum. Kawasan inti IKN akan mengedepankan kendaraan listrik dan armada otonom, bukan kendaraan pribadi.

Pembangunan IKN juga menjamin pemerataan ekonomi dengan memprioritaskan masyarakat lokal, terutama di Penajam Paser Utara, melalui program pelatihan kerja, kewirausahaan, dan kepastian hak tanah agar tidak tertinggal dari perkembangan kawasan.

Sebanyak 75 persen dari total luas kawasan IKN dialokasikan menjadi ruang terbuka hijau dengan konsep Kota Hutan dan Kota Spons. Sistem ini menggabungkan restorasi hutan hujan tropis untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas udara, serta manajemen air yang dapat mencegah banjir dan menurunkan suhu kota hingga 2–3°C.

Penerapan teknologi di IKN juga dirancang dengan fokus manusia, bukan sekadar modernisasi infrastruktur. “Fokus utamanya mencakup kesetaraan akses digital, kemudahan bagi lansia dan disabilitas, keamanan data, serta penguatan literasi digital,” jelas Rusmin Lawin tentang konsep Kota Cerdas Berbasis Manusia.

Dengan keempat pilar ini, Nusantara diposisikan sebagai contoh kota masa depan yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan kesejahteraan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sumber: industriproperti.com

Baca Juga

Scroll to Top