
Sebuah acara peringatan Maulid Nabi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, berakhir ricuh setelah warga sekitar memprotes penggunaan petasan yang berlangsung hingga dini hari. Kejadian ini pun menarik perhatian Gubernur DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut merespons insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa penggunaan petasan di tengah malam dalam acara keagamaan seharusnya dihindari karena mengganggu ketenangan warga sekitar.
“Tak elok jam 1 malam pakai petasan,” ujar Pramono Anung menanggapi keributan yang terjadi di acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Perayaan Maulid Nabi memang lazim digelar meriah di berbagai wilayah Jakarta, namun pelaksanaannya yang berlangsung hingga dini hari dan disertai suara keras petasan kerap menjadi sumber konflik dengan warga yang beristirahat. Keributan di Pondok Pinang menjadi pengingat bahwa semangat merayakan hari besar keagamaan perlu diimbangi dengan rasa menghormati lingkungan sekitar.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Menlu Singapura Datang Mendadak, akan Bertemu Prabowo Hari Ini

Wakil Bupati Bogor Tidak Hadir di Pemeriksaan KPK, Dijadwalkan Ulang

Pemerintah Salurkan Rp480 Miliar Bantuan Presiden untuk Tangani Kebakaran Hutan ke 44 Daerah

