
Pertumbuhan harga rumah bekas di Indonesia sedang melambat dibanding laju inflasi, menciptakan peluang menarik bagi calon pembeli dan investor properti. Data terbaru dari Rumah123 menunjukkan Indeks Harga Resale (RPI) rumah sekunder hanya tumbuh 0,4% secara tahunan pada September 2026, jauh di bawah tingkat inflasi yang mencapai 3,3%.
Fenomena ini sudah berlangsung konsisten selama 18 bulan berturut-turut sejak April 2025. Ketika pertumbuhan harga properti lebih lambat dari inflasi, nilai nyata (atau purchasing power) dari aset hunian cenderung menurun, membuka ruang negosiasi yang lebih menguntungkan bagi pembeli rumah pertama maupun mereka yang ingin menambah portofolio properti.
Meski pertumbuhan nasional terlihat terbatas, dinamika pasar di berbagai kota sangat berbeda-beda. Makassar memimpin dengan lonjakan 10,2% per tahun, diikuti Denpasar 3,5% dan Surakarta 3,3%. Di wilayah Jabodetabek, Bogor mencatat kenaikan 2,6%, sementara Jakarta hanya 0,2% dan Tangerang serta Semarang justru terkoreksi tipis.
Marisa Jaya, Kepala Riset Rumah123, menekankan pentingnya memahami kondisi spesifik setiap kota. Menurutnya, “Sepanjang kuartal ketiga, jarak antara pertumbuhan harga rumah seken dan inflasi terus melebar. Artinya, secara riil harga rumah seken cenderung tertahan. Tetapi pergerakan di tiap kota sangat berbeda: Makassar tumbuh dua digit, sementara Semarang dan Tangerang terkoreksi tipis. Karena itu, angka nasional perlu dibaca bersama data per kota.”
Kondisi pasar saat ini diperkuat oleh kebijakan makroekonomi yang mendukung. Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan hingga 4,75%, yang berdampak pada penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR di perbankan ke level sekitar 8,85%. Kombinasi harga stabil dan bunga kredit yang lebih terjangkau memberikan posisi tawar lebih baik bagi pembeli.
Untuk memilih waktu yang tepat antara membeli sekarang atau menunggu, calon pembeli disarankan melakukan analisis mendalam berbasis data lokasi, proyeksi biaya KPR, dan perbandingan luas bangunan. Platform properti digital kini menyediakan data real-time dan fitur analisis lokasi untuk membantu memetakan tren harga secara akurat di seluruh wilayah Indonesia.
Sumber: propertiterkini.com
Baca Juga

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

Pemerintah Gabungkan Bedah Rumah, Sertifikat Gratis, dan Dukungan Usaha untuk Keluarga Miskin

Tanggul Jebol, 113 Rumah di Cibinong Terendam Banjir

