
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Tangerang Selatan akan mengembangkan wisata terjun payung dan olahraga dirgantara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tarik investasi pariwisata di kawasan tersebut.
Pengembangan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara PT Banten West Java selaku pengelola KEK dengan PT Bro Skydive Indonesia pada Forum Pemasaran Investasi Banten 2026, Senin lalu. Kedua pihak berkomitmen mewujudkan fasilitas skydiving bertaraf internasional di lokasi tersebut.
PT Banten West Java akan menyediakan lahan sekitar 9 hektare untuk proyek ini. Sementara PT Bro Skydive Indonesia bertanggung jawab membangun infrastruktur dan menyediakan fasilitas pendukung kegiatan skydiving, olahraga aviasi, dan pariwisata penerbangan, dengan target operasional pada minggu kedua Desember 2026.
Pengembangan akan memanfaatkan Bandara Salakanagara yang sudah tersedia di kawasan dengan landasan pacu dan hanggar. Rencana infrastruktur mencakup penyiapan area pendaratan, fasilitas gerak dan parkir pesawat, serta perpanjangan landasan pacu sekitar 200 meter untuk keselamatan operasional.
Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, menyatakan optimisme tinggi atas proyek ini. “Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di KEK Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik,” ungkapnya.
Wisata skydiving ini berpotensi diintegrasikan dengan aktivitas pariwisata yang sudah ada seperti olahraga air, snorkeling, memancing, dan island hopping. Integrasi tersebut diharapkan memperluas pilihan wisatawan sekaligus membuka peluang bisnis di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan layanan pendukung.
Wakil Gubernur Banten menekankan bahwa investasi yang masuk ke daerah harus dikembangkan secara nyata untuk memberikan nilai tambah ekonomi, bukan hanya sekadar penguasaan aset. Kolaborasi antara pemerintah, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan menjadi kunci kesuksesan proyek ini.
Sumber: industriproperti.com
Baca Juga

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

Pemerintah Gabungkan Bedah Rumah, Sertifikat Gratis, dan Dukungan Usaha untuk Keluarga Miskin

Tanggul Jebol, 113 Rumah di Cibinong Terendam Banjir

