
Keputusan mendadak Amerika Serikat menarik armada pesawat pengebom B-1 dari pangkalan udara Inggris ternyata bukan tanpa alasan. Presiden Donald Trump secara terbuka mengakui ada ancaman nyata yang memicu langkah tersebut, dan ia menduga Iran berada di baliknya.
Pesawat-pesawat pengebom canggih itu sebelumnya ditempatkan di pangkalan udara RAF Fairford, Inggris — fasilitas yang pernah dipakai militer AS untuk menyerang Iran. Kini seluruh armada sudah dipindahkan, meski Trump menegaskan pemindahan itu tidak terlalu jauh dari lokasi semula.
“Ada sejumlah ancaman,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Senin waktu setempat. “Dan daripada memancing musuh — kita akan menangkap dan mengalahkan musuh, tetapi mengapa kita harus membiarkan pesawat-pesawat itu berada di sana? Jadi, kita memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh.”
Ketegangan ini mencuat setelah insiden di sekitar pangkalan pada 27 September lalu, ketika warga setempat melaporkan aktivitas mencurigakan. Enam orang ditangkap, termasuk seorang warga negara Inggris-Iran, namun semuanya belakangan dibebaskan dengan jaminan. Polisi antiterorisme Inggris menyebut tidak ada bahan peledak yang ditemukan, hanya sejumlah bensin di dalam kendaraan.
Trump menolak merinci apakah ancaman tersebut melibatkan drone tempur, namun ia menegaskan pihaknya sudah tahu siapa yang bertanggung jawab. “Kami sebenarnya mengetahui siapa pihak yang melontarkan ancaman tersebut,” ujarnya, seraya menyebut mereka diduga terkait Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut angkat bicara, menyatakan keyakinannya soal keamanan pangkalan-pangkalan Amerika. Ia menegaskan Washington dan London tengah bekerja sama dalam penyelidikan insiden ini. Situasi ini menunjukkan betapa tegangnya hubungan AS dengan Iran masih terus membayangi pergerakan militer Amerika di berbagai penjuru dunia.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Wakil Bupati Bogor Tidak Hadir di Pemeriksaan KPK, Dijadwalkan Ulang

Pemerintah Salurkan Rp480 Miliar Bantuan Presiden untuk Tangani Kebakaran Hutan ke 44 Daerah

BPK Temukan Masalah Keuangan Negara Rp49,28 Triliun, Ada Soal BPHTB dan Dana Pendidikan

