
Penunjukan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom) dibaca oleh kalangan pengamat sebagai sinyal bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menempatkan komunikasi publik sebagai prioritas strategis, bukan sekadar pelengkap.
Pengamat politik dan kebijakan publik Cecep Handoko, yang akrab disapa Ceko, menilai langkah ini bukan keputusan sembarangan. Menurutnya, Syahganda membawa dua modal penting: jaringan aktivisme yang luas dan pemahaman mendalam tentang ekosistem digital — yakni bagaimana informasi bergerak dan menyebar di dunia maya.
Ceko melihat penunjukan ini sebagai respons pemerintah terhadap lanskap informasi yang terus berubah. Di era media sosial dan arus informasi yang serba cepat, strategi komunikasi pemerintah dinilai perlu dikelola oleh figur yang paham betul cara kerja ruang digital.
Dengan latar belakang Syahganda yang dikenal sebagai aktivis, penunjukannya dianggap bisa memberi warna berbeda pada cara pemerintah menyampaikan pesan kepada publik — lebih dari sekadar pendekatan formal dan birokratis yang selama ini kerap digunakan.
Sumber: Sindonews
Baca Juga

Wakil Bupati Bogor Tidak Hadir di Pemeriksaan KPK, Dijadwalkan Ulang

Pemerintah Salurkan Rp480 Miliar Bantuan Presiden untuk Tangani Kebakaran Hutan ke 44 Daerah

BPK Temukan Masalah Keuangan Negara Rp49,28 Triliun, Ada Soal BPHTB dan Dana Pendidikan

