WIKA Targetkan Selesaikan Restrukturisasi Utang Rp27,8 Triliun Tahun Ini

WIKA Targetkan Selesaikan Restrukturisasi Utang Rp27,8 Triliun Tahun Ini

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA sedang berpacu dengan waktu untuk membereskan beban utangnya yang jumbo. Perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan restrukturisasi utang senilai total Rp27,8 triliun rampung sebelum tutup tahun 2026.

Utang sebesar itu terbagi dalam dua pos. Pertama, utang dari obligasi dan sukuk — yakni surat utang yang diterbitkan ke publik — senilai Rp10,2 triliun. Kedua, utang kepada perbankan yang jauh lebih besar, mencapai Rp17,6 triliun.

Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, mengungkapkan rencana ini secara terbuka dalam paparan publik virtual di Jakarta. “Jadi seluruh restrukturisasi utang akan kita selesaikan, direncanakan tahun 2026 ini sebesar Rp10,2 triliun untuk obligasi dan sukuk, dan Rp17,6 triliun untuk perbankan. Ini akan kita komunikasikan, diskusikan dengan perbankan,” katanya.

Untuk urusan obligasi dan sukuk, WIKA akan menggelar rapat khusus bersama para pemegang surat utang tersebut guna menyepakati detail teknis seperti jangka waktu pelunasan, besaran kupon, dan tingkat bunga. Mulyadi berharap kesepakatan bisa dicapai sebelum akhir tahun ini.

Sementara itu, utang perbankan rencananya dilunasi menggunakan hasil penjualan aset milik anak-anak perusahaan WIKA — proses yang disebut divestasi — dengan nilai sekitar Rp5,5 triliun. Dana hasil penjualan itu akan disetor ke WIKA sebagai perusahaan induk.

Di luar urusan utang, WIKA juga menegaskan akan kembali fokus ke bisnis utamanya di bidang konstruksi. Perseroan menetapkan target keuntungan minimal 8 persen untuk proyek kerja sama, dan di atas 10 persen untuk proyek mandiri. Langkah ini menjadi sinyal bahwa WIKA serius membenahi diri, tidak hanya dari sisi keuangan tapi juga dari sisi operasional bisnis ke depan.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top