
Badan Pertanahan Nasional (BPN) memperluas jam pelayanan dengan membuka layanan khusus pada akhir pekan. Program bernama Pelataran (Pelayanan Tanah Akhir Pekan) ini hadir di 107 kantor pertanahan (Kantah) di berbagai kabupaten dan kota untuk mengakomodasi masyarakat yang kesulitan mengurus dokumen tanah pada hari kerja.
Setiap hari Sabtu dan Minggu, layanan ini dibuka dari pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat. Jenis layanan yang disediakan beragam, mulai dari pengambilan sertifikat tanah hingga penataan batas lahan. Dengan jam operasional yang fleksibel, warga tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaan untuk menguruskan keperluan pertanahan mereka.
Respons dari masyarakat sangat positif. Nyarmi, warga Desa Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang bekerja dari Senin hingga Jumat, memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa ibunya mengambil sertifikat. “Kebetulan saya kerja dari hari Senin sampai hari Jumat, hari ini (Sabtu) jadi bisa mengantar ibu saya mengambil sertifikat,” ungkapnya.
Muhsin, warga lain yang datang ke Kantah Bojonegoro, juga menyukai kemudahan layanan ini untuk mengurus penataan batas tanahnya. Menurutnya, proses pengurusan berlangsung cepat dan tidak berbelit-belit, sehingga dapat diselesaikan dalam waktu singkat pada akhir pekan.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mendorong masyarakat memanfaatkan program ini secara maksimal. “Kami sudah terbiasa melayani masyarakat setiap Sabtu dan Minggu, terutama di kota-kota besar. Karena banyak masyarakat yang hanya bisa mengurus sertifikat tanah saat akhir pekan, mari urus sendiri sertifikat kalian dengan memanfaatkan Pelataran yang mudah dan praktis,” kata Nusron.
Inisiatif Pelataran menunjukkan komitmen BPN untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan pertanahan. Dengan membuka layanan pada waktu yang lebih fleksibel, program ini membantu memutus hambatan waktu yang selama ini menjadi kendala warga bekerja dalam mengurus administrasi tanah mereka.
Sumber: Antara News
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

