
Bank Jakarta meluncurkan program pembiayaan perumahan khusus bagi pekerja informal melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi pemerintah daerah dan lembaga penjamin kredit. Potensi dana yang disediakan untuk program ini mencapai Rp 587 miliar, yang dijabarkan melalui penyaluran kredit langsung dan penjaminan kredit bagi calon pembeli rumah dari kalangan pekerja sektor informal.
Kerjasama ini melibatkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil Menengah, dan Jamkrida Jakarta. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat transformasi menjadi kota global yang kompetitif dan berkelanjutan pada tahun 2030.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan bahwa kesuksesan transformasi Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dalam penjelasannya, ia menyatakan: “Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota.”
Pramono juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan program bukan terletak pada jumlah perjanjian yang ditandatangani, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan warga. Ia menekankan: “Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini.”
Selain pembiayaan perumahan, kolaborasi lintas sektor ini mencakup berbagai bidang lain seperti transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan limbah, serta layanan perbankan. Total nilai keseluruhan kerja sama mencapai Rp 5,87 triliun dengan 15 perjanjian yang telah ditandatangani di berbagai sektor.
Di bidang kesehatan, delapan BUMD berkolaborasi dengan asosiasi rumah sakit daerah untuk mendukung rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis, layanan air bersih, pembiayaan kredit, serta integrasi layanan wisata kesehatan. Sementara itu, kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti SMK 58 Jakarta juga dilaksanakan untuk mengembangkan kompetensi generasi muda.
Transformasi energi berkelanjutan juga menjadi fokus, dengan Perumda Paljaya dan PT Pertamina mengeksplorasi pemanfaatan limbah FOG sebagai bahan bakar hayati. PT Transportasi Jakarta juga mengembangkan ekosistem hidrogen bersama Pertamina untuk mewujudkan transportasi publik yang ramah lingkungan.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Saefullah Hidayat menjelaskan bahwa masa depan Jakarta dibangun melalui kemitraan strategis lintas sektor, bukan pendekatan sektoral semata. Hingga triwulan ketiga 2026, telah tercatat 52 kerja sama strategis yang melibatkan 14 BUMD DKI Jakarta dengan berbagai mitra sektor publik dan swasta.
Program pelatihan masyarakat juga diintegrasikan dalam ekosistem kolaborasi ini, mencakup bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, dan keterampilan teknis lainnya. Direncanakan hingga akhir tahun 2026, program tersebut akan melayani 320 peserta melalui 16 kelas untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat.
Sumber: industriproperti.com
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

