
Istana Negara menjadi saksi momen bersejarah pada Jumat (2/10) sore, ketika Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres — sebuah lembaga yang bertugas memberi saran dan pertimbangan langsung kepada presiden.
Nama-nama yang dipilih Prabowo datang dari beragam latar belakang: ada tokoh agama seperti Sinta Nuriyah dan M. Quraish Shihab, hingga pengamat politik Rocky Gerung. Pengangkatan mereka tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 107/P tentang Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.
Rocky Gerung, yang dikenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah sebelumnya, langsung memperjelas posisinya usai dilantik. “Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” kata Rocky di Istana Negara.
Di hari yang sama, Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) — lembaga yang mengurusi komunikasi resmi pemerintah — dengan Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya.
Sementara itu, isu perombakan kabinet atau reshuffle mencuat di Bali. Menteri HAM Natalius Pigai merespons kabar tersebut dengan santai, mengaku tak pernah bermimpi duduk di kursi pemerintahan. “Saya tuh tulus. Saya, mimpi saya cuma aktivis kok, enggak pernah mimpi lebih tinggi. Tiba-tiba jadi pimpinan Komnas HAM, tiba-tiba jadi Menteri HAM,” ujarnya saat hadir di Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar.
Rangkaian pelantikan ini menandai salah satu hari tersibuk di Istana Negara sejak Kabinet Merah Putih terbentuk, sekaligus membuka babak baru dalam dinamika politik nasional di bawah kepemimpinan Prabowo.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Jenderal Maruli Simanjuntak Naik Jabatan: Dari KSAD Kini Jadi Wakil Panglima TNI

Penghitungan Suara Pemilu Bisa Pakai Sistem Elektronik, Panja RUU Pemilu Mulai Bahas E-Accounting

Prabowo Undang Jokowi ke Kertanegara, Dua Jam Pertemuan Tertutup

