Kebakaran dari Masalah Listrik Capai 50%, Begini Cara Pilih Perangkat Listrik Rumah yang Aman

Kebakaran dari Masalah Listrik Capai 50%, Begini Cara Pilih Perangkat Listrik Rumah yang Aman

Setengah dari semua kebakaran yang terjadi di Jakarta pada awal tahun ini terkait dengan masalah kelistrikan. Data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mencatat 741 kasus kebakaran dari total 1.467 kejadian antara Januari hingga September 2026 berasal dari faktor listrik, atau sekitar 50,51 persen. Angka ini menunjukkan pentingnya perhatian khusus terhadap keamanan sistem listrik di rumah.

Saat merenovasi atau memperbarui perangkat listrik rumah, pemilik tidak boleh hanya mempertimbangkan harga atau penampilan estetika. Spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan kepastian produk asli perlu menjadi fokus utama untuk menghindari risiko korsleting, kebocoran arus, maupun sengatan listrik yang berbahaya.

Langkah pertama adalah meminta teknisi listrik bersertifikat memeriksa instalasi dan menghitung kebutuhan daya rumah. Penambahan perangkat seperti AC atau pemanas air bisa meningkatkan beban listrik, sehingga perlu disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia. Pemeriksaan ini memastikan jenis dan jumlah produk yang dipilih sesuai dengan kondisi instalasi rumah.

Setiap perangkat listrik memiliki fungsi perlindungan yang berbeda. Miniature Circuit Breaker (MCB) melindungi dari beban berlebih dan korsleting, sedangkan Residual Current Circuit Breaker (RCCB) memutus aliran listrik saat mendeteksi kebocoran arus untuk mengurangi risiko sengatan. Pada stopkontak, fitur safety shutter juga penting untuk mencegah sentuhan tidak sengaja atau masuknya benda asing.

Produk harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar keselamatan internasional yang relevan. Belanja melalui distributor resmi yang terdaftar pada situs produsen—baik secara langsung maupun online—memastikan kualitas dan layanan purna jual yang jelas.

Produk palsu bisa terlihat sangat mirip dengan asli, termasuk kemasan dan logo. Oleh karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya mengandalkan penampilan fisik. Konsumen perlu memeriksa identitas produk, kode produksi, dan penanda keaslian sesuai panduan resmi produsen, yang metodenya bisa berbeda tergantung jenis perangkat.

Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, menekankan bahwa “Keaslian produk kelistrikan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan keluarga di rumah.” Perusahaan berupaya menjaga kualitas melalui pemilihan material, fungsi perlindungan, serta pengujian dan kontrol kualitas sesuai standar.

Simpan struk pembelian, kemasan asli, dan informasi produk untuk kebutuhan garansi atau verifikasi keaslian di masa mendatang. Jika menemukan kejanggalan pada kemasan, tunda pemasangan dan hubungi layanan pelanggan resmi produsen. Kalau perangkat sudah terpasang, konsultasikan dengan teknisi listrik terlatih daripada membongkar sendiri karena berisiko menimbulkan masalah keselamatan.

Keamanan sistem kelistrikan rumah bukan hanya tanggung jawab sekali jadi, melainkan kombinasi dari berbagai elemen: kondisi instalasi yang tepat, pemilihan spesifikasi yang sesuai, pemenuhan standar keselamatan, dan penggunaan perangkat asli berkualitas. Dengan memperhatikan semua aspek ini, pemilik rumah dapat meminimalkan risiko kecelakaan listrik dan melindungi keluarga dengan lebih baik.

Sumber: propertiterkini.com

Baca Juga

Scroll to Top