
Fortune baru saja mengumumkan daftar 100 perempuan paling berpengaruh di Asia tahun 2026. Dari seluruh nama yang terpilih, tiga di antaranya memiliki keterlibatan langsung dalam bisnis properti dan pengembangan aset real estat di kawasan Asia-Pasifik.
Ketiga tokoh tersebut adalah Pham Thu Huong dari Vingroup Vietnam, Pansy Ho dari Shun Tak Holdings, dan Daisy Ho yang juga menjabat di Shun Tak Holdings. Masing-masing menempati posisi berbeda dalam pemeringkatan yang diumumkan pada 7 Oktober 2026 lalu.
Pham Thu Huong, Wakil Ketua Vingroup, menempati peringkat ke-37. Vingroup adalah konglomerat Vietnam terbesar yang memiliki Vinhomes sebagai divisi pengembang properti. Perusahaan ini dikenal mengembangkan kawasan hunian skala besar dengan model pengembangan terpadu yang menggabungkan hunian, fasilitas komersial, dan infrastruktur pendukung dalam satu ekosistem.
Pansy Ho berada di posisi ke-26 dan memimpin Shun Tak Holdings sebagai Group Executive Chairman. Perusahaan ini menjalankan bisnis pengembangan properti di Makau, Hong Kong, China daratan, dan Singapura dengan portofolio mencakup hunian, ritel, dan pengembangan terpadu. Pansy Ho juga menjabat sebagai Ketua dan Direktur Eksekutif MGM China Holdings, operator resor terpadu di Makau.
Daisy Ho menempati peringkat ke-27 dan menjabat sebagai Deputy Managing Director Shun Tak Holdings. Tanggung jawabnya mencakup perencanaan strategis, pengembangan, penjualan, dan investasi properti. Dia juga memimpin SJM Holdings dan SJM Resorts sebagai Ketua dan Direktur Eksekutif.
Menurut Charmian Choo, Senior Manager Asia List di Fortune, “Hal yang menonjol dalam peringkat tahun ini adalah bagaimana lanskap kekuatan bisnis di Asia terus berkembang.” Pemeringkatan tahun ini mencakup 100 perempuan dari 14 pasar di Asia-Pasifik dengan 24 pendatang baru bergabung ke dalam daftar.
Teknologi menjadi sektor dengan perwakilan terbanyak dengan 16 perempuan, diikuti perbankan dengan 14 nama. Pencapaian ketiga pemimpin properti ini mencerminkan dinamika kepemimpinan lintas sektor dan pentingnya keberagaman dalam komposisi kepemimpinan bisnis besar di Asia.
Sumber: propertiterkini.com
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

