
Pemerintah Provinsi Bali menetapkan enam wilayah sebagai kawasan rendah emisi sebagai bagian dari komitmen besar menuju nol emisi karbon pada 2045. Keenam kawasan tersebut mencakup Ubud, Kepulauan Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar.
Inisiatif ini akan diluncurkan secara resmi di ajang Pekan Iklim Bali 2026, yang dijadwalkan berlangsung 13-17 Oktober 2026. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, “Provinsi Bali dengan bangga menyelenggarakan Pekan Iklim Bali di kawasan rendah emisi Sanur sebagai wadah bagi setiap daerah untuk berbagi pandangan dan strategi dalam merespon perubahan iklim, daerah harus menjadi yang terdepan dalam mendorong aksi iklim dan harus didukung penuh oleh pemerintah pusat, mitra pembangunan, serta lembaga-lembaga internasional.”
Program ini bukan sekadar penamaan area, melainkan perubahan mendasar pada arah pengembangan ekonomi dan infrastruktur lokal. Setiap kawasan dirancang untuk memastikan keseimbangan antara pelestarian alam, warisan budaya, dan kesejahteraan masyarakat, dengan target kerja terukur hingga 2030.
Selain penetapan kawasan rendah emisi, Bali juga sedang mengembangkan proyek energi terbarukan skala besar. Kapasitas panel surya yang awalnya direncanakan 1.000 megawatt telah ditingkatkan menjadi 1.500 megawatt, dan proses perizinan dengan kementerian terkait sedang dalam tahap penyelesaian.
Pekan Iklim Bali 2026 mengangkat tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Transisi Berkeadilan untuk Semua” dan akan digelar di Sanur dengan pendekatan ramah lingkungan. Peserta akan menggunakan jalur pejalan kaki, sepeda, dan shuttle listrik untuk mobilitas selama acara berlangsung.
Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Suzanty Sitorus, menekankan bahwa kawasan rendah emisi memiliki manfaat ganda: mengurangi polusi udara untuk kesehatan publik serta meningkatkan produktivitas ekonomi lokal dan pariwisata berkelanjutan. Upaya Bali ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam merespons krisis iklim.
Pekan Iklim akan menampilkan empat kegiatan utama berupa Forum Kebijakan Publik, Forum Investasi Iklim, Jelajah Inovasi, dan Festival Rakyat, dengan dukungan kolaborasi lintas sektor dari berbagai lembaga dan organisasi non-pemerintah yang bergabung dalam Koalisi Bali Emisi Nol Bersih.
Sumber: Antara News
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

