
Gelombang protes pelajar di Prancis berubah menjadi kerusuhan besar, dengan aparat keamanan mencatat ratusan penangkapan dalam satu rangkaian aksi unjuk rasa. Kementerian Dalam Negeri Prancis mengonfirmasi sebanyak 488 orang ditangkap selama demonstrasi yang dipicu keresahan soal kondisi sekolah di negara itu.
Aksi massa tersebut juga menelan korban di pihak aparat. Sebanyak 43 petugas keamanan dilaporkan mengalami luka-luka dalam bentrokan yang terjadi di tengah jalannya demonstrasi.
Di tengah kecaman publik, Perdana Menteri Lecornu menepis tudingan bahwa polisi bertindak berlebihan atau represif dalam menangani para demonstran. Pemerintah Prancis tampaknya bersikukuh bahwa respons aparat sudah sesuai prosedur.
Protes semacam ini bukan hal baru di Prancis, negara yang dikenal memiliki tradisi aksi jalanan yang kuat. Namun skala penangkapan kali ini menarik perhatian luas dan memicu perdebatan soal cara pemerintah menangani aspirasi kaum muda.
Sumber: Detik.com
Baca Juga

Menlu Singapura Datang Mendadak, akan Bertemu Prabowo Hari Ini

Wakil Bupati Bogor Tidak Hadir di Pemeriksaan KPK, Dijadwalkan Ulang

Pemerintah Salurkan Rp480 Miliar Bantuan Presiden untuk Tangani Kebakaran Hutan ke 44 Daerah

