
Pasar modal Indonesia masih menunjukkan geliat aktivitas emiten baru. Hingga 2 Oktober 2026, tercatat tujuh perusahaan sedang menunggu giliran untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme IPO atau Initial Public Offering — yakni proses pertama kali sebuah perusahaan menjual sahamnya ke publik.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, membeberkan komposisi ketujuh perusahaan tersebut dari sisi ukuran aset: dua perusahaan tergolong besar dengan aset di atas Rp250 miliar, tiga perusahaan masuk kategori menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua lainnya berskala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Pengelompokan ini mengacu pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ungkap Saidu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Dilihat dari sektor usahanya, empat dari tujuh perusahaan bergerak di bidang kesehatan, dua di sektor energi, dan satu di sektor industri. Sepanjang tahun hingga awal Oktober 2026, sudah ada tujuh perusahaan yang berhasil menyelesaikan IPO dengan total dana yang berhasil diraup mencapai Rp2,16 triliun.
Saat ini total perusahaan yang tercatat di bursa Indonesia mencapai 963 emiten. BEI sendiri memasang target ambisius, yakni ingin menggaet 1.100 perusahaan tercatat pada tahun 2030.
Di luar saham, BEI juga mencatat penerbitan surat utang dan sukuk (EBUS) sebanyak 135 emisi dari 62 penerbit dengan nilai Rp132,98 triliun. Masih ada 24 emisi dari 17 penerbit yang tengah mengantre untuk diterbitkan.
Yang menarik bagi pelaku industri properti, satu perusahaan dari sektor ini tercatat sedang dalam antrean untuk melakukan rights issue — atau penawaran saham baru kepada pemegang saham lama. Secara keseluruhan, sudah 15 perusahaan yang menyelesaikan rights issue sepanjang periode yang sama dengan total nilai Rp16,23 triliun. Kondisi ini menandakan pasar modal Indonesia tetap aktif sebagai kanal pendanaan bagi berbagai sektor, termasuk properti.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Bantu UMKM Sumbar Bangkit Pascabencana

Indonesia Genjot Biofuel demi Kurangi Ketergantungan Energi dari Timur Tengah

Paket Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026: Dari Bantuan Beras hingga Subsidi Upah Pekerja

