
Fondasi adalah salah satu pekerjaan kritis dalam membangun rumah, mulai dari penggalian tanah, pemasangan bekisting, hingga pengerasan beton. Kini muncul teknologi alternatif bernama Pre-Engineered Nail (PEN) Foundation yang menjanjikan efisiensi material dan waktu yang jauh lebih baik dibanding metode konvensional.
PEN Foundation dikembangkan oleh C-DISC Technologies, perusahaan teknologi konstruksi asal Kozhikode, Kerala, India. Sistem ini menggabungkan satu komponen beton pracetak dengan empat batang baja galvanis yang ditanam miring ke dalam tanah untuk menyalurkan beban bangunan melalui interaksi tanah dan elemen baja.
Menurut produsen, teknologi ini dapat menghemat penggunaan beton lebih dari 80% dibandingkan fondasi konvensional pada konfigurasi pembanding tertentu. Pengurangan beton yang signifikan ini karena sistem PEN mengandalkan gesekan permukaan batang baja yang tertanam di tanah, bukan sepenuhnya pada bidang dasar beton seperti fondasi tapak biasa.
Selain penghematan material, PEN Foundation menawarkan percepatan proses konstruksi. Perusahaan mengklaim pemasangan satu titik fondasi hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam tanpa perlu menunggu beton mengeras di lokasi. Dengan perhitungan tersebut, fondasi rumah standar berpotensi selesai dalam satu hari kerja tergantung jumlah titik dan kondisi lapangan.
Pengembangan teknologi ini melibatkan riset mendalam dengan dukungan akademik dari Indian Institute of Technology (IIT) Kanpur dan NIT Calicut. Penelitian berjudul “Numerical Study on the Performance of Pre-engineered Nail Foundation System as an Alternative to Conventional Shallow Foundations” yang diterbitkan tahun 2026 menunjukkan kapasitas dukung ultimit PEN Foundation mencapai 713 kPa pada tanah lempung dengan kompresibilitas menengah.
Produk ini juga telah memperoleh sertifikasi dari GRIHA Council, lembaga penilai bangunan hijau di India. C-DISC Technologies mengklaim teknologi PEN Foundation dapat mengurangi emisi karbon hingga 70% dibandingkan fondasi konvensional, sejalan dengan tren industri konstruksi yang semakin mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.
Namun demikian, kelayakan penerapan teknologi ini tetap bergantung pada berbagai faktor teknis seperti karakteristik tanah, beban struktur, kedalaman pemasangan, kualitas sambungan, dan hasil perhitungan desain. Penghematan beton sebesar 80% juga tidak otomatis berarti biaya proyek keseluruhan turun dengan persentase sama, karena masih ada faktor biaya pemasangan dan komponen baja yang perlu diperhitungkan dalam analisis kelayakan finansial proyek.
Sumber: propertiterkini.com
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

