
Olahraga padel yang sedang viral menciptakan peluang bisnis baru bagi pengembang properti di Indonesia. Mereka melihat fasilitas olahraga ini tidak hanya memenuhi tren gaya hidup masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai dan daya jual kawasan hunian yang mereka bangun.
Pertumbuhan padel di Indonesia sangat eksplosif. Dalam setahun terakhir, jumlah lapangan padel naik drastis dari 240 lapangan pada 2024 menjadi 947 lapangan di 2025—peningkatan 294,58 persen. Setiap hari rata-rata ada 3,8 lapangan baru dibangun, dengan total lebih dari 1.580 unit lapangan baru hadir sepanjang tahun.
Menurut Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, “Padel menjadi salah satu sektor olahraga/lifestyle yang memiliki daya ungkit signifikan terhadap pertumbuhan sektor properti saat ini.” Kehadiran fasilitas ini dapat mengubah aset properti yang sebelumnya kurang optimal menjadi pusat aktivitas ekonomi.
Fasilitas padel juga menarik efek samping positif bagi kawasan sekitarnya. Lapangan padel mendorong kunjungan konsumen lebih tinggi, membuka peluang bisnis ritel dan kuliner, serta berpotensi menaikkan nilai sewa ruang komersial di area tersebut.
Beberapa developer besar sudah melangkah konkret. PP Properti membuka Sava Padel dengan 8 lapangan di Grand Dharmahusada Lagoon, Surabaya, dan INI Padel dengan 6 lapangan di Grand Kamala Lagoon, Bekasi. KAI Properti membangun Railley Padel Jakarta Juanda dengan 4 lapangan di kawasan perkantoran, sementara Tamara Group menghadirkan fasilitas serupa di Puri Gardena, Jakarta Barat.
Investasi padel oleh developer menunjukkan tren properti yang mulai bergeser dari sekadar hunian menjadi lifestyle destination. Kombinasi antara kebutuhan masyarakat modern akan ruang olahraga dan strategi developer untuk menambah value proposition kawasan mereka membuat padel semakin menjadi pilihan utama dalam pengembangan properti komersial.
Sumber: industriproperti.com
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

