BRIN Siapkan 200 Inovasi Teknologi Hijau di Pameran 2026, Targetkan Kolaborasi Properti dan Industri

BRIN Siapkan 200 Inovasi Teknologi Hijau di Pameran 2026, Targetkan Kolaborasi Properti dan Industri

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menghadirkan ratusan solusi teknologi ramah lingkungan di Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung 10–13 Desember 2026. Acara pameran ini akan diselenggarakan di Hall 7 dan 8 Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD) di Tangerang, dengan menghadirkan kolaborasi antara peneliti, industri properti, dan investor untuk mempercepat penerapan inovasi di pasar.

Sektor properti Indonesia semakin mengarah pada standar ramah lingkungan yang disebut Environmental, Social, and Governance (ESG). Akibatnya, permintaan akan teknologi hemat energi, sistem pengelolaan air, dan material bangunan berkelanjutan terus meningkat, menciptakan peluang bagi hasil penelitian BRIN untuk diterapkan secara langsung.

Ketua Penyelenggara IISE 2026, Walneg, menerangkan bahwa pertemuan antara peneliti dan industri selama ini menjadi tantangan utama. “Indonesia memiliki banyak hasil riset dan inovasi yang potensial. Tantangan berikutnya adalah bagaimana inovasi tersebut menemukan pengguna, dikembangkan bersama industri, memperoleh dukungan investasi, dan akhirnya memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ujar Walneg.

Pameran ini menyediakan 230 stan dan fitur Innovation Marketplace yang dirancang khusus untuk mendorong kerja sama antara peneliti, pengembang properti, dan investor. BRIN akan menampilkan 200 produk inovasi unggulan dari berbagai sektor, mulai dari teknologi lingkungan, ketahanan air, energi terbarukan, hingga material maju.

Direktur PT Sukses Mulya Pratama (promotor acara), Nopit Cahyani, menggarisbawahi pentingnya menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. “Kami ingin exhibitor datang bukan hanya untuk menunjukkan apa yang sudah mereka ciptakan, tetapi juga menemukan siapa yang membutuhkan inovasi tersebut dan siapa yang dapat membantu membawanya menuju pasar,” katanya.

Acara ini juga akan menandatangani 100 perjanjian lisensi teknologi baru dengan mitra industri. Selain itu, sejumlah forum strategis akan diselenggarakan, termasuk forum transisi energi, simposium teknologi bencana, dan sesi khusus tentang material berteknologi tinggi untuk properti berkelanjutan.

Kehadiran Country Technology Pavilion dalam pameran ini akan membuka peluang kemitraan internasional dengan lembaga riset dan perusahaan teknologi global, memperluas jaringan kolaborasi lintas negara untuk inovasi properti dan industri di Indonesia.

Sumber: propertiterkini.com

Baca Juga

Scroll to Top