Bisnis Indonesia Masih Bertahan di Kuartal III 2026, Meski Melambat dari Periode Sebelumnya

Bisnis Indonesia Masih Bertahan di Kuartal III 2026, Meski Melambat dari Periode Sebelumnya

Bank Indonesia merilis hasil surveinya terhadap aktivitas bisnis nasional pada kuartal ketiga 2026. Data menunjukkan bahwa kondisi usaha di tanah air tetap stabil, meskipun ada tanda-tanda pelambatan dibanding periode sebelumnya.

Saldo bersih tertimbang (SBT)—ukuran yang digunakan BI untuk mengukur kesehatan sektor usaha—mencapai 11,46 persen pada kuartal III 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II 2026 yang sebesar 12,97 persen, mengindikasikan sedikit pendinginan aktivitas ekonomi.

Beberapa sektor bisnis masih menunjukkan pertumbuhan positif. Industri manufaktur memimpin dengan SBT 1,53 persen, diikuti sektor pemerintahan dan jaminan sosial (1,09 persen), konstruksi (0,92 persen), ketenagalistrikan (0,69 persen), dan real estat (0,34 persen).

Di sisi produksi, pabrik dan perusahaan masih memanfaatkan kapasitas mereka dengan baik. Tingkat penggunaan kapasitas produksi mencapai 73,75 persen, artinya masih ada ruang untuk ekspansi jika permintaan meningkat. Sektor manufaktur, energi, dan utilitas air menunjukkan peningkatan penggunaan kapasitas.

Kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan membaik. Likuiditas (kemampuan bayar jangka pendek) dan profitabilitas meningkat, sementara akses terhadap kredit perbankan tetap mudah bagi dunia usaha.

Ke depan, responden survei BI mengantisipasi pertumbuhan tetap positif di kuartal IV 2026 dengan SBT sebesar 10,77 persen. Beberapa sektor diproyeksikan tumbuh lebih kuat, khususnya transportasi, logistik, teknologi informasi, properti, serta perdagangan ritel.

Optimisme tersebut didorong oleh libur akhir tahun dan perayaan Natal yang diharapkan meningkatkan aktivitas konsumsi dan perdagangan. Meski tren menunjukkan sedikit perlambatan, overall momentum ekonomi bisnis Indonesia masih berada di jalur yang sehat.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top