
Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berencana memperbarui dua pasar tradisionalnya dengan investasi total sekitar Rp115 miliar. Kedua pasar yang akan diperbaiki adalah Pasar Gubug dan Pasar Purwodadi, yang menjadi pusat kegiatan perdagangan bagi ribuan pedagang lokal.
Untuk Pasar Gubug, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp39 miliar. Pasar ini melayani sekitar 1.268 pedagang yang berjualan setiap hari. Sementara itu, Pasar Purwodadi membutuhkan anggaran lebih besar yaitu Rp76 miliar untuk melayani 1.680 pedagang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, menjelaskan alasan di balik usulan ini. “Konsepnya retrofit, yakni memperkuat struktur bangunan. Jadi, bentuk pasar tidak berubah, tetapi strukturnya diperkuat agar lebih kokoh, lebih segar, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.
Pasar Purwodadi sendiri telah berusia lebih dari 30 tahun, sehingga memerlukan penguatan struktur. Awalnya pemerintah merencanakan perbaikan menyeluruh dengan biaya Rp158 miliar, namun angka tersebut kemudian disesuaikan menjadi Rp76 miliar agar lebih realistis untuk direalisasikan oleh pemerintah pusat.
Pendekatan retrofit yang dipilih bertujuan mempertahankan identitas fisik pasar sambil meningkatkan ketahanan strukturnya. Selain penguatan bangunan, rencana ini juga mencakup penataan lingkungan sekitar pasar agar lebih nyaman digunakan. Setiap dokumen pendukung telah disiapkan dan menunggu persetujuan dari pemerintah pusat untuk segera dieksekusi.
Sumber: Antara News
Baca Juga

WIKA Beton Raih Pendapatan Rp2,55 Triliun, Produk Pracetak Jadi Tulang Punggung Bisnis

KCI Jelaskan Alasan Pengoperasian KRL 8 Gerbong di Rute Bekasi-Cikarang

Summarecon Expo 2026 Hadir dengan Konsep Hiburan dan Properti Sekaligus di Bekasi

