
Produsen pintu baja FORTRESS dan HIMPERRA (asosiasi pengembang perumahan rakyat) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada 10 Oktober 2026. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Joni Effendi, Founder & CEO PT Jaya Bersama Saputra (JBS) Perkasa Group, dan H. Ari Tri Priyono, Ketua Umum DPP HIMPERRA, di Kota Batu, Jawa Timur.
Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem industri perumahan nasional dengan fokus pada penyediaan material bangunan berkualitas, aman, dan terjangkau. Langkah ini sejalan dengan komitmen mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah, yang memerlukan sinergi kuat antara produsen bahan bangunan dan pengembang properti.
Melalui kemitraan dengan asosiasi pengembang, FORTRESS berharap dapat lebih dekat memahami kebutuhan spesifik industri. FORTRESS menyatakan: “memberikan kontribusi bagi pembangunan hunian yang lebih aman, berkualitas, modern, dan terjangkau”. Perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri pintu baja ini menawarkan produk dari material baja yang kokoh, tahan rayap, dan tersedia dalam berbagai desain.
Bagi pengembang perumahan rakyat, pemilihan material seperti pintu menjadi komponen penting sejak tahap perencanaan proyek. Pertimbangan mencakup fungsi, desain, daya tahan, dan dampak terhadap keterjangkauan harga jual rumah. Namun, keputusan akhir tetap disesuaikan dengan kebutuhan spesifik proyek, standar yang ditetapkan, dan kalkulasi biaya masing-masing pengembang.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional HIMPERRA 2026, acara yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan industri properti. Kemitraan semacam ini menjadi relevan ketika ekspansi penyediaan rumah berjalan seiring dengan perhatian serius terhadap kualitas dan keamanan bangunan—dua aspek yang sama-sama mempengaruhi nilai jangka panjang hunian bagi penghuninya.
Sumber: propertiterkini.com
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

