Banjir Padang Tewaskan Ratusan Rumah, Pemerintah Siapkan Solusi Permanen

Banjir Padang Tewaskan Ratusan Rumah, Pemerintah Siapkan Solusi Permanen

Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu lalu menggenangi sekitar 200 rumah di dua kelurahan sekaligus membuka pertanyaan soal keberlanjutan infrastruktur sungai di kawasan tersebut. Peristiwa yang dipicu hujan deras selama dua setengah jam itu mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Air Dingin hingga tembus tanggul.

Hujan dengan intensitas tinggi mencapai 112 milimeter dalam waktu enam jam, terjadi antara pukul 12.00 hingga 14.30 WIB. Volume air yang masuk begitu besar sehingga tanggul tidak mampu menahan, dan air meluas ke permukiman di Kelurahan Lubuk Minturun dan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.

Kementerian Pekerjaan Umum langsung menggerakkan peralatan berat untuk mempercepat penanganan. Satu unit pompa banjir mobile dikirim ke Kelurahan Ulak Karang Utara, sementara satu unit ekskavator jenis crawler beroperasi di kawasan Lubuk Minturun untuk membantu evakuasi dan pengeringan genangan.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pendekatan dua tahap dalam menangani situasi ini. “Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, Kementerian PU memasukkan proyek rehabilitasi Sungai Batang Air Dingin dalam rencana induk penanganan tahun 2026. Pekerjaan itu meliputi pembangunan check dam (bangunan pengendali sedimen), perkuatan tanggul, dan normalisasi sungai agar mampu mengalirkan volume air lebih besar tanpa meluap.

Hingga saat laporan dibuat, belum ada korban jiwa yang terdaftar, meskipun beberapa titik masih tergenang saat operasi penanganan berlangsung. Kementerian PU berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penanganan sesuai kebutuhan masyarakat yang terdampak dan meminimalkan risiko banjir serupa di masa depan.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top