
Dana investasi negara kini diarahkan untuk proyek yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat industri dalam negeri. Danantara Development Management Fund (DDMF), lembaga yang mengelola investasi pembangunan nasional, telah menetapkan strategi ini sebagai fokus utama mereka.
CEO DDMF Sigit Puji Santosa menjelaskan bahwa setiap proyek investasi strategis perlu dirancang untuk membangun ekosistem industri yang sehat. “Melalui investasi pembangunan yang terukur dan kolaboratif, proyek strategis diharapkan tidak berhenti pada pembangunan aset. Proyek tersebut perlu menumbuhkan ekosistem industri, memperluas peluang usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan menghadirkan manfaat sosial-ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
DDMF memprioritaskan investasi di sektor-sektor strategis nasional seperti ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, industrialisasi, infrastruktur, ekonomi pedesaan, dan pengentasan kemiskinan. Pendekatan ini dirancang agar investasi tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang kuat.
Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam manufaktur. Sekitar 82 persen nilai ekspor manufaktur Indonesia dihasilkan dari dalam negeri, angka yang setara dengan China dan lebih tinggi dari Malaysia, Korea Selatan, dan Vietnam. Namun, kontribusi Indonesia baru mencapai 0,3 persen dari ekspor manufaktur global, membuka peluang signifikan untuk pertumbuhan.
DDMF menerapkan pendekatan evaluasi investasi yang melibatkan tiga dimensi sekaligus: nilai strategis, kelayakan ekonomi, dan kelayakan finansial. Dengan metode ini, kesuksesan proyek tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, melainkan dari kemampuannya menciptakan pekerjaan, memperkuat rantai pasokan lokal, dan meningkatkan kemampuan industri serta teknologi nasional.
Lembaga ini berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang layak secara ekonomi tetapi memerlukan waktu lebih panjang untuk mencapai hasil finansial. Dengan peran ini, DDMF diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi basis manufaktur yang lebih kompetitif di tingkat global.
Sumber: Antara News
Baca Juga

BP Tapera Bidik PNS dan UMKM untuk Program Hunian Subsidi

Bisnis Gudang dan Logistik Dorong Laba RISE Membengkak 183 Persen di 9 Bulan Pertama 2026

BTN Perluas Jangkauan KPR hingga Rp552 Triliun dengan Strategi Digital dan Inklusi Finansial

